Jumat, 04 Mei 2012

Pembanguna dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Posted by rachman On 21.23


PEMBANGUNAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi
Pembangunan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi ditambah dengan perubahan
Pembangunan ekonomi meliputi berbagai aspek perubahan dalam kegiatan ekonomi, taraf pembangunan ekonomi yang dicapai suatu negara telah meningkat, tidak mudah untuk diukur secara kuantitatif

Definisi pembangunan ekonomi dasawasa tahun 1960-an :
Suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu negara meningkat secara berketerusan dalam jangka panjang.

Indikator pembangunan ekonomi :
-      Peningkatan pendapatan perkapita masyarakat
           pertambahan gdp > tingkat pertambahan penduduk
-      Peningkatan gdp dibarengi dengan perombakan struktur ekonomi tradisional ke   modernisasi

pembangunan ekonomi untuk menyatakan perkembangan ekonomi negara.

Sebagai gambaran dari pembangunan ekonomi meningkat, Dengan menggunakan data pendapatan perkapita selalu menggambarkan :
1.    Taraf pembangunan ekonomi yang dicapai berbagai negara
2.    Tingkat perkembangannya dari tahun ke tahun


Pertumbuhan ekonomi
Suatu ukuran kuantitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya
Indikator :
ü  kenaikan gdp tanpa memandang tingkat pertambahan penduduk dan perubahan struktur organisasi ekonomi.
ü    pertumbuhan ekonomi menyatakan perkembangan ekonomi negara maju.

sebab-sebab percepatan pertumbuhan ekonomi :
1.    keinginan negara untuk mengejar ketinggalan
2.    pertumbuhan penduduk
3.    adanya keharusan negara maju untuk membantu nysb
4.    adanya perikemanusiaan terhadap nysb

Untuk negara berkembang seperti Indonesia idealnya mengalokasikan satu persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) bagi pembangunan infrastruktur."Bank Dunia menyarankan untuk negara berkembang seperti Indonesia
mengalokasikan 1 persen PDB untuk infrastruktur," kata Direktur HD Capital, Andrian Rusmana di Jakarta, Selasa.
Karakteristik dari proyek infrastruktur pendapatan sudah dapat dipastikan karena tarif sudah ditetapkan setiap tahunnya, serta prosentase naik turunnya sudah ada perhitungannya, jelasnya.
Dengan kondisi demikian investor yang memiliki proyek infrastruktur biasanya arus kasnya stabil sehingga dapat mengantisipasi dalam setiap perubahan ekonomi, ungkapnya.Sehingga sebenarnya dukungan dana infrastruktur dapat diperoleh dari Dana Pensiun apalagi peraturan memungkinkan 20 persen Dana Pensiun dipergunakan untuk investasi langsung, paparnya.
Dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yang diperkirakan 5 persen terkoreksi 1 persen dibanding tahun 2008 maka pembangunan infrastruktur menjadi solusi, katanya.Bidang infrastruktur yang menjadi analisa meliputi transportasi termasuk jalan dan jembatan, energi, pipa, satelit komunikasi, air minum, serta bangunan.
Mengacu perusahaan infrastruktur Jasa Marga dan CMNP dilihat dari nilai perusahaan menunjukkan termurah dibanding perusahaan lain di dunia sehingga peluang untuk pengembangan usaha masih besar.Dia juga mengatakan, semakin rendah resiko ekonomi maka mendapatkan dana murah perbankan sangat besar idealnya 70 persen bank dan sisanya modal perusahaan, jelasnya. ant/kp

Sumber:
            wikipedia
            http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/08/12/24/22217-               pdb-nasional-untuk-infrastruktur-ideal-satu-persen

Sabtu, 21 April 2012

Perhitungan Pendapatan Nasional

Posted by rachman On 22.50


PENDAPATAN NASIONAL

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Besarnya Pendapatan Nasional  (y)  dipengaruhi oleh :
1.Sumber daya produksi
2.Penggunaan tehnologi
3.Permodalan
4.Stabilitas nasional
5.Kebijakan pemerintah

Cara Perhitungan Pendapatan Nasional :
1.Pendekatan Produksi
2.Pendekatan Pendapatan/ Income
3.Pendapatan Pengeluaran

1.                             Pendekatan produksi

Nilai barang dan jasa yang di produksi di suatu negaradalam satu tahun dengan cara menjumlahkan valueadded tiap proses produksi
Formula :

Y = ∑Pi.Qi

Contoh:
Nilai penjualan seluruh perusahaan tergolong kain batik Rp 2.000 juta, bahan mentah dibutuhkan bernilai Rp. 500 juta. Makasumbangan industri batik pada pendapatan nasional adalahRp. 2000 juta – Rp. 500 juta = 1.500 juta


2.              Pendekatan pendapatan

Pendapatan nasional dihitung dari seluruh pendapatan yangditerima pemilik faktor produksi yang disumbangkan kepada rumahtangga produsen selama satu tahun
Formula : 
Y = r + i + w + p
Dimana :
Y : Pendapatan Nasional
r : sewa tanah/alam
i  : bunga modal (netto)
w : upah TK
p : laba pengusaha/skil

3.              Pendekatan pengeluaran

Jumlah pengeluaran secara nasional atas barang-barang jadi dan jasa yang di dihasilkan dalam suatu perekonomian dalam jangkawaktu satu tahun.
Formula :
Y = C + I + G + (X – M)
Keterangan :
Y : Pendapatan Nasional
C : Pengeluaran konsumsi
I :  Pengeluaran investasi
G : Government Expenditure
X : Ekspor
M :Impor


Sumber:

wikipedia
Teori ekonomi makro






Rabu, 11 April 2012

Pengertian permintaan dan penawaran,hukum dan faktor yang mempengaruhi

Posted by rachman On 06.29

PENGERTIAN PERMINTAAN, PENAWARAN, HUKUM DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN.
Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan penawaran harga kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.
1.Permintaan (demand)
Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu.
Hukum permintaan:
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan :
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.” Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbalik,kurva nya seperti gambar di bawah ini:




 Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Permintaan:
- Selera atau kebiasaan
Tinggi rendahnya suatu permintaan ditentukan oleh selera atau kebiasaan dari pola hidup suatu masyarakat.
- Jumlah penduduk
Semakin banyak jumlah penduduk yang mempunyai selera atau kebiasaan akan kebutuhan barang tertentu, maka semakin besar permintaan terhadap barang tersebut.
- Harga barang itu sendiri
Jika harga suatu barang semakin murah, maka permintaan terhadap barang itu bertambah.
- Tingkat pendapatan perkapita
Dapat mencerminkan daya beli. Makin tinggi tingkat pendapatan, daya beli makin kuat, sehingga permintaan terhadap suatu barang meningkat.
- Perkiraan harga di masa mendatang
Bila kita memperkirakan bahwa harga suatu barang akan naik, adalah lebih baik membeli barang tersebut sekarang, sehingga mendorong orang untuk membeli lebih banyak saat ini guna menghemat belanja di masa depan.
- Distribusi pendapatan
Tingkat pendapatan perkapita bisa memberikan kesimpulan yang salah bila distribusi pendapatan buruk. Jika distribusi pendapatan buruk, berarti daya beli secara umum melemah, sehingga permintaan terhadap suatu barang menurun.
- Usaha-usaha produsen meningkatkan penjualan.
Bujukan para penjual untuk membeli barang besar sekali peranannya dalam mempengaruhi masyarakat. Usaha-usaha promosi kepada pembeli sering mendorong orang untuk membeli banyak daripada biasanya.

2. Penawaran (supply)
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada  periode waktu tertentu.
Hukum  permintaan:
“Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”
Suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan disebut Kurva penawaran. 


Jika penawaran bertambah diakibatkan oleh faktor-faktor di luar harga, maka supply bergeser ke kiri atas. Kalau berkurang kurva supply bergeser ke kiri atas, Terbentuknya harga pasar ditentukan oleh mekanisme pasar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran:
- Teknologi produksi
Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, dan menciptakan barang-barang baru sehingga menyebabkan kenaikan dalam penawaran barang.
- Biaya produksi
Kenaikan harga input juga mempengaruhi biaya produksi. Bila biaya produksi meningkat, maka produsen akan menbgurangi hasil produksinya, berarti penawaran barang berkurang.
- Harga barang itu sendiri
Jika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan. Hal ini kembali lagi pada hokum penawaran.
- Harga faktor produksi
Kenaikan harga faktor produksi akan menyebabkan perusahaan memproduksi outputnya lebih sedikit dengan jumlah anggaran yang tetap yang nantinya akan mengurangi laba perusahaan sehingga produsen akan pindah ke industry lain dan akan mengakibatkan berkurangnya penawaran barang.
- Biaya produksi
Kenaikan harga input juga mempengaruhi biaya produksi. Bila biaya produksi meningkat, maka produsen akan menbgurangi hasil produksinya, berarti penawaran barang berkurang.
- Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah untuk mengurangi komoditas impor menyebabkan supply dan keperluan akan kebutuhan tersebut dipenuhi sendiri sehingga dapat meningktakan penawaran.

3. Keseimbangan Permintaan dan Penawaran
Keseimbangan dapat terjadi, dimana harga baik konsumen maupun produsen sama-sama sepakat terhadap harga dan jumlah barang yang dikonsumsi dan dijual. Dari keseimbangan tersebut diperoleh keseimbangan pendapatan nasional dan keseimbangan tingkat bunga.





Kurva tersebut menggambarkan adanya keseimbangan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply) menjadikan balance.


Sumber: Wikipedia

Kamis, 15 Maret 2012

Sistem Ekonomi di Indonesia

Posted by rachman On 08.13

ILMU EKONOMI DAN NAMA SISTEM EKONOMI DI INDONESIA, BESERTA LANDASANNYA
Pengertian Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dengan berbagai cara untuk menggunakan sumber-sumber daya atau faktor-faktor produk yang terbatas. Manusia sebagai mahluk ekonomi memiliki kecenderungan untuk tidak pernah merasa puas akan apa yang telah diperolehnya dan senantiasa berusaha terus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan selalu mempertimbangkan pengorbanan dan manfaat dari tindakan yang dilakukan. Sehingga penting bagi manusia untuk mengetahui tentang ilmu ekonomi yang berkaitan erat dengan aktivitas manusia.
Masalah Pokok Ekonomi
Untuk menghadapi kelangkaan sumber daya dalam perekonmian, maka kita harus bisa menetapkan pilihan terbaik dari berbagai kemungkinan pilihan yang bisa dilakukan. Karena peenatapan suatu pilihan akan berdampak terhadap yang lainnya. Problema atau permasalahan pokok ekonomi terhadap barang dan jasa, berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia yaitu :
Menurut Ajaran Modern
Permasalahan ekonomi menurut ajaran ekonomi modern, meliputi 3 hal yang harus dipertimbangkan yakni :
Barang apa yang akan diproduksi ( what )
Hal-hal yang berkaitan dengan ini antara lain:
a)  Barang yang sesuai dengan kebutuhan
b)  Barang yang sesuai dengan selera
c)   Barang yang sesuai dengan pendapatan
d)  Barang yang sesuai dengan mutu
e)  Barang yang sesuai dengan harga atau daya beli
f)    Barang yang bermanfaat atau halal
Bagaimana cara memproduksi ( How )
Hal-hal yang berkaitan dengan ini ialah mengenai penggunaan teknologi proses produksi.
Penggunaan proses produksi dengan cara :
a)  Cara Tradisional, Ciri-cirinya antara lain ; untuk memenuhi kebutuhan sendiri, alat produksi sangat sederhana, bersifat turun temurun, dan modal kecil
b)  Cara Sederhana, Ciri-cirinya antara lain ;  untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan orang lain, alat produksi masih sederhana, sudah mengenal cara produksi, modal agak besar
c)   Cara Modern (canggih), Ciri-cirinya antara lain : bersifat profesional, organisasi dan manajemen sangat baik, modal dan investasi sangat besar, untukmemenuhi pesanan, kualitas dan kuantitas barang terjamin dan bergaransi.
Untuk siapa barang diproduksi ( for whom )
Hal-hal yang berkaitan dengan untuk siapa barang diproduksi yaitu antara lain :
a)  Untuk masyarakat dalam negeri
b)  Untuk masyarakat luar negeri
Sistem Ekonomi di Indonesia
Negara Indonesia menggunakan sistem ekonomi Pancasila, hal ini dikarenakan landasan idiil sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945. Keadilan menjadi prioritas sistem ekonomi Indonesia, keadilan merupakan titik-tolak, proses dan tujuan bangsa. Dibandingkan dengan sistem ekonomi lainnya, sistem ekonomi Pancasila.
Landasan Sistem Ekonomi di Indonesia
Secara normatif landasan idiil sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian maka system ekonomi Indonesia adalah system ekonomi yang berorientasi  kepada:
1)  Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etika dan moral agama,bukan materialisme)
2)  Kemanusiaan yang adil dan beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi)
3)  Persatuan Indonesia (Adanya kebersamaan,kekeluargaan dan Nasionalisme)
4)  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan      perwakilan( mementingkan hajat hidup orang banyak)
5)  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia(Adanya kesetaraan)
Dari butir-butir di atas, keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia. Keadilan merupakan titik tolak, proses dan tujuan sekaligus.
Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesia yang berdasar Pancasila, dengan kelengkapannya, yaitu Pasal-pasal 18, 23, 27 (ayat 2) dan 34.

Sumber :